Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut mahasiswa untuk lebih fleksibel dan adaptif dalam menentukan pilihan karier. Program TELURIUM (Telusuri Jejak Karier Alumni) hadir sebagai wadah diskusi dan eksplorasi karier bagi mahasiswa Pendidikan Kimia melalui pengalaman nyata para alumni.
Melalui kegiatan wawancara santai bersama alumni, mahasiswa dapat memperoleh gambaran langsung mengenai dunia kerja, tantangan profesi, serta strategi pengembangan diri setelah lulus. Program ini diharapkan mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan wawasan karier yang lebih luas bagi mahasiswa Pendidikan Kimia.
Hasil wawancara yang telah dilakukan bersama ketiga orang narasumber yang merupakan alumni pendidikan kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kami mendapat informasi berdasarkan pertanyaan yang kami ajukan. Saat ini ketiga narasumber menjalani karier di bidang yang sama.
Kak Intan menjalani karier menjadi seorang guru di SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Kak Laila menjalani karier menjadi seorang guru di Sekolah Kharisma Bangsa Sekolah internasional di Tangerang Selatan, Banten. Kak Putri menjalani karier menjadi seorang guru di SMA kotak depok.
Hasil wawancara dengan alumni pendidikan kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan pilihan karier lulusan Pendidikan Kimia sangat beragam, baik di sekolah nasional seperti SMK, SMA, maupun di sekolah internasional. Setiap jalur karier memiliki tantangan dan keunikan masing-masing. Secara umum, ketiga alumni menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis, mengelola waktu dan tanggung jawab profesional, serta menjaga konsistensi kualitas pembelajaran. Tantangan-tantangan tersebut menjadi proses pembelajaran berharga yang membentuk profesionalisme dan kesiapan alumni dalam dunia kerja.
Wawancara dengan alumni Pendidikan Kimia mengungkapkan bahwa pilihan karier lulusan tidak terbatas pada satu jalur profesi tertentu, melainkan sangat dipengaruhi oleh minat, kompetensi, serta kesiapan individu dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Pengalaman para alumni menunjukkan bahwa bekal ilmu Pendidikan Kimia tidak hanya relevan dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga mendukung kemampuan beradaptasi di berbagai lingkungan pendidikan dengan karakteristik yang berbeda.



